RINGKASAN
Keluaran air tanah lepas pantai (KALP) didefinisikan sebagai aliran air tanah dari darat ke laut yang melewati batasan bawah laut. Banyak studi mengemukakan bahwa KALP membawa unsur hara, logam berat, and bakteri koliform ke perairan pantai. Zat dan material yang dibawa oleh KALP dapat menyebabkan eutrofikasi, perubahan komunitas bakteri, bentik, dan ikan di pesisir pantai, serta penurunan kualitas habitat dan ekosistem pantai seperti terumbu karang dan mangrove.
Di daerah tropis, seperti Asia Tenggara, informasi dan publikasi tentang studi KALP belum dilakukan secara maksimal. Dari segi geologi, daerah tropis memiliki karakter spesifik yang berpotensi menghasilkan hotspot untuk KALP, diantaranya permeabilitas akuifer yang tinggi, tingkat pelapukan yang cepat, mineral bebatuan yang kaya unsur hara, dan ekosistem alami yang aktif. Asia Tenggara dikategorikan sebagai salah satu wilayah padat penduduk dengan modifikasi penggunaan lahan pantai yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kualitas KALP dari segi kontaminan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Berdasarkan kondisi tersebut, ada tiga topik utama yang akan dibahas yaitu:
• Kuantitas dan komposisi dari KALP, terutama terkait dengan unsur hara yang berasal dari daerah urban,
• Efek KALP terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia, dan
• Rekomendasi kebijakan pengelolaan kualitas air berdasarkan hasil studi KALP.
Adyasari D. and Moosdorf N. (2019) Policy Brief 2019/3 - Pengelolaan kualitas sumber daya air pesisir berkaitan dengan keluaran air tanah lepas pantai (KALP): studi kasus di Indonesia https://dx.doi.org/10.21244/zmt.2019.005
@misc{Adyasari2019,
Title = {Policy Brief 2019/3 - Pengelolaan kualitas sumber daya air pesisir berkaitan dengan keluaran air tanah lepas pantai (KALP): studi kasus di Indonesia},
Author = {Adyasari, Dini and Moosdorf, Nils},
Editor = {},
Year = {2019},
Doi = {https://dx.doi.org/10.21244/zmt.2019.005},
Abstract = {RINGKASAN
Keluaran air tanah lepas pantai (KALP) didefinisikan sebagai aliran air tanah dari darat ke laut yang melewati batasan bawah laut. Banyak studi mengemukakan bahwa KALP membawa unsur hara, logam berat, and bakteri koliform ke perairan pantai. Zat dan material yang dibawa oleh KALP dapat menyebabkan eutrofikasi, perubahan komunitas bakteri, bentik, dan ikan di pesisir pantai, serta penurunan kualitas habitat dan ekosistem pantai seperti terumbu karang dan mangrove.
Di daerah tropis, seperti Asia Tenggara, informasi dan publikasi tentang studi KALP belum dilakukan secara maksimal. Dari segi geologi, daerah tropis memiliki karakter spesifik yang berpotensi menghasilkan hotspot untuk KALP, diantaranya permeabilitas akuifer yang tinggi, tingkat pelapukan yang cepat, mineral bebatuan yang kaya unsur hara, dan ekosistem alami yang aktif. Asia Tenggara dikategorikan sebagai salah satu wilayah padat penduduk dengan modifikasi penggunaan lahan pantai yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kualitas KALP dari segi kontaminan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Berdasarkan kondisi tersebut, ada tiga topik utama yang akan dibahas yaitu:
• Kuantitas dan komposisi dari KALP, terutama terkait dengan unsur hara yang berasal dari daerah urban,
• Efek KALP terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia, dan
• Rekomendasi kebijakan pengelolaan kualitas air berdasarkan hasil studi KALP.},
}
TY - RPRT
AU - Adyasari, Dini
AU - Moosdorf, Nils
TI - Policy Brief 2019/3 - Pengelolaan kualitas sumber daya air pesisir berkaitan dengan keluaran air tanah lepas pantai (KALP): studi kasus di Indonesia
PY - 2019
DO - https://dx.doi.org/10.21244/zmt.2019.005
AB - RINGKASAN
Keluaran air tanah lepas pantai (KALP) didefinisikan sebagai aliran air tanah dari darat ke laut yang melewati batasan bawah laut. Banyak studi mengemukakan bahwa KALP membawa unsur hara, logam berat, and bakteri koliform ke perairan pantai. Zat dan material yang dibawa oleh KALP dapat menyebabkan eutrofikasi, perubahan komunitas bakteri, bentik, dan ikan di pesisir pantai, serta penurunan kualitas habitat dan ekosistem pantai seperti terumbu karang dan mangrove.
Di daerah tropis, seperti Asia Tenggara, informasi dan publikasi tentang studi KALP belum dilakukan secara maksimal. Dari segi geologi, daerah tropis memiliki karakter spesifik yang berpotensi menghasilkan hotspot untuk KALP, diantaranya permeabilitas akuifer yang tinggi, tingkat pelapukan yang cepat, mineral bebatuan yang kaya unsur hara, dan ekosistem alami yang aktif. Asia Tenggara dikategorikan sebagai salah satu wilayah padat penduduk dengan modifikasi penggunaan lahan pantai yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kualitas KALP dari segi kontaminan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Berdasarkan kondisi tersebut, ada tiga topik utama yang akan dibahas yaitu:
• Kuantitas dan komposisi dari KALP, terutama terkait dengan unsur hara yang berasal dari daerah urban,
• Efek KALP terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia, dan
• Rekomendasi kebijakan pengelolaan kualitas air berdasarkan hasil studi KALP.
ER -